Assalamu'alaikum.. Selamat datang! Nama saya Khoirul Amaliyah. Saya hanya ingin berbagi sesuatu melalui media ini. Semoga dapat menjadi ladang kebaikan dan semoga bermanfaat!

Friday, 2 September 2016

Mengabstraksi dan Mengonversi cerpen MERAIH IMPIAN/Mimpi Jadi Pengusaha-Debe Mustika

ABSTRAKSI CERITA MERAIH IMPIAN
Tidak mudah untuk menjadi sulung, aku merasakan beban kedua orang tuaku  Ayah selain sebagai PNS, juga terlibat aktif di dunia jurnalistik dan organisasi, dan Bunda membuka sebuah warung kecil-kecilan.  Kerja keras menjadi menu wajib bagiku. Dua kali tangisku pecah ketika cita-citaku tak tersampaikanyaitu ketika gagal masuk fakultas kedokterandan gagal mendaftar ke STPDN. Aku belajar dari ketegaran bunda dalam menghadapi kesulitan hidup. Ayah memutuskan untuk berhenti bekerja dan berorganisasi dan mulai melirik dunia usaha. Aku diterima di jurusan bahasa Inggris, namun nendala finansial mendorongku untuk merambah dunia kerja di samping kuliah. Aku dan Kak Ica mulai berbisnis pakaian dan menuai hasil yang gemilang. Jaringan bisnisku meluas padatnya jadwal ceramah ayah sebagai motivator menjadikan aku sebagai event organizer. Lahan bisnis ini menuai sukses yang tergolong gemilang. Kesuksesan ini tidak patut membuatku angkuh, terutama di hadapan Tuhan. Hanya karena ridha-Nya dan bimbingan dan motivasi dari kedua orang tuaku turut membuatku tegar dalam berbagai kesulitan.


MENGONVERSI CERITA MERAIH IMPIAN

Terlintas kembali dalam memori ingatanku akan kenangan yang begitu menyakitkan, dan begitu menggores luka dihati mengundang akan amarahku, membuatku putus asa dan hilang harapan untuk menggapai impianku. Namun aku mencoba untuk bangkit dan membuka mataku selebar mungkin untuk melihat kedepan akan sebuah sukses yang sedang menantikanku. Kesuksesan yang aku dapatkan karena dorongan ekonimi dan kandasnya cita-citaku.

Aku terlahir dari keluarga yang sederhana,hidup kami pas-pasan. Aku selalu mengingat lantunan kata yang dituturkan oleh seorang laki-laki yang tak henti-hentinya untuk mengobarkan semangatku. Hatiku terasa sesak,pedih yang sangat menusuk yang membuatku hampir patah semangat Beban yang dirasakan oleh kedua orang tuaku tercinta dapat aku rasakan, menjadi anak sulung tidaklah mudah bagiku.Ayah, di luar segala kewajibannya sebagai PNS, terlibat aktif di dunia jurnalistik dan organisasi.  Tidak mengherankan jika bunda terpaksa turun tangan untuk menopang  keuangan keluarga dengan membuka sebuah warung kecil-kecilan.
             
Padatnya aktivitas ayah dan bunda terekam kuat dalam benakku. Kerja keras seakan menjadi menu wajib bagiku. Namun, ada hal yang menjadi  titik lemahkudan hampir membuatku menjadi putus asa. Dua kali tangisku pecah ketika cita-citaku tak tersampaikan.  Pertama, ketika gagal masuk fakultas kedokteran karena faktor biaya. Awalnya ketika mengikuti seleksi masuk UT, namaku ada pada kertas pengumuman yang sangat menggembirakanku dengan sebuah kata”LULUS” , Namun ketika kuhentakkan kakiku menuju ruang tamu menjumpai sang ibu dengan muka yang begitu ceria sambil mengucapkan salam kepadanya.

Ibu       :“sepertinya hati kamu sedang berbunga-bunga Nak”
Nanda :“iya bu... aku senang bangat bisa lulus di fakultas kedokteran Bu”
Ibu       :“Kita tak cukup uang untuk kamu masuk Fakultas Kedokteran. Sabar ya, Nak!”
Nanda :“ia Bu...mungkin Tuhan tidak mengizinkan saya berkarya di bidang ini,” (dengan penuh rasa gunda dan kekecewaan yang sangat mendalam,air mataku pun bercucuran yang nggak kurasa)

Kedua, ketika gagal mendaftar ke STPDN karena tinggi badan kurang. Kegagalan itu tentu saja membuatku terluka. Ayah dan bunda  tiada putusputusnya membangkitkan diriku hingga kedua kakiku benar-benar mampu berpijak.

            Malam berganti pagi,aku terbangun nggak kayak biasanya, sebelumnya aku bangun jam 4 subu untuk belajar tetapi pagi itu aku bangun jam 7. Kepedihan hati masih terasa setiap terlintas dalam benakku kata-kata ibu kemarin. Pagi itu aku nggak sarapan,sesudah mandi aku langsung pergi ke taman dekat rumahku tempat aku ngumpul bareng sahabat-sahabatku . sesampai di sana aku duduk bermenung,merenungkan masa depanku sperti apa jika nggak kuliah. Aku ngerasa percuma prestasi yang kumiliki jika nggak kuliah,aku membayangkan masa depanku yang mungkin suram. Tiba-tiba Dede datang menyapaku dengan penuh semangat dan riang.
Dede   :“ good morning friend”
Nanda :“yeahhhh good morning too” (tampak lesu lesu)
Dede   :“ kamu kenapa sih ??? kok muram amat mukanya kamu ?”
Nanda :“ooohhh nggak kok, tadi malam aku kurang tidur dan barusan nggak sempat sarapan Ded”
Nanda :“mmm... nggak biasanya kamu gini loh Nand..!!!”
Dede   : Oya, hasil tes  fakultas kedokteran senin lalu gimana pengumannya ?”
Nanda :“puji Tuhan aku lulus Ded tapi orang tua aku nggak sanggup membiayaiku,makanya aku lagi nggak mood skarang karena itu” tuturku sambil mencucurkan air mata,aku nggak tau harus melangkah kemana ”
Dede   :“kamu yang sabar yahh Nand,kamu harus yakin bahwa tidak semua apa yang kita ingikan itu yang diinginkan oleh Tuhan,kita manusia Cuma merencanakan aja Nand,kamu harus yakin kalau dibalik semua ini Tuhan punya rencana yang terbaik untukmu Sahabatku”
Nanda :“makasih yah Ded, kamu udah menghiburku, kamu memang sahabatku yang baik yang selalu ada buatku saat apapun itu “
Dede   :“yukk... kita makan di warung sebelah ntar aku yang traktir,kamu kan belum makan yahhh ???..
Nanda :“ockey”

            Kegagalanku itu bukan karena aku nggak mampu secara otak tetapi karena biaya untuk meraih impianku itu nggakmemungkinkan untuk itu .Untuk mengobati luka hatiku, kuputuskan untuk membantu bunda menjaga warung.

Nanda :“Bu, ni dah larut malam loh ???
Ibu       :“ ia nak, kamu tidur duluuan aja ya, sebentar lagi kok”
Nanda :“sini aku bantuin ya Bu,biar cepat selesai dan kita titip di tokonya Mrs.Jou”
Nanda :“kamu sangat baik dan memiliki hati yang tulus nak, ibu amat bangga padamu

Sambil menjaga warung, sedikit demi sedikit belajar dari ketegaran bunda dalam menghadapi kesulitan hidup. Sering bunda tidur larut karena harus menyambung potongan perca menjadi sebuah bed cover untuk dijual. Bed cover itu dititipkan di sebuah toko swalayan milik Mrs.Jou, Tiada pernah putus doaku kepada Sang Mahakuasa agar bunda senantiasa dikaruniai kesehatan lahir dan batin karena dia adalah harta yang paling berharga dalam hidupku.

Salah satu doaku dijawab oleh Tuhan. Suatu hari ayah memutuskan untuk berhenti bekerja dan berorganisasi. Ayah mulai melirik dunia usaha.Sebagai langkah awal, ayah  melahap buku-buku sederet profil pengusaha sukses, sebut saja Bob Sadino,  Bill Gates, Steve Jobs, Richard Branson, Donald Trump, dan Elang Gumilang. Dari buku-buku itu kulihat sang Ayah sangat terinspirasi dan mulai tumbuh benih pohon bisnis dalam dirinya, kulihat semangat Ayahku yang sangat membara benih pohon bisnis tumbuh   pesat pula dalam diriku, terlebih setelah aku menyerap isi beberapa buku yang menyampaikan motivasi.

Dari dua kegagalan yang kualami perlahan-lahan terhapus dari dalam benakku dan membuatku belajar dari setiap kegagalan itu.kegagalanku berakhir ketika aku diterima di sebuah universitas jurusan bahasa Inggris. Kutekuni masa pendidikan tinggi dengan sepenuh hati dan penuh harapan. Kendala finansial mendorongku untuk merambah dunia kerja di samping kuliah. Pucuk dicinta ulam tiba. Suatu hari Kak Ica, saudara sepupuku, datang kepadaku,

Kak Ica:“Nanda, di sebelah toko Bunda ada kios yang dijual. Bagaimana kalau kita patungan untuk membeli kios itu”
Nanda :“iya kak, aku mau patungan denganmu,tapi kita mau jual apa disana?’’
Kak Ica:“kita akan jual pakaian yang lagi ngetren sekarang ,Nand,”
Nanda :“ooh iya kak, aku setuju banget tuh kak, kapan kita pergi menyampaikan niat kita ini kak ?”
Kak Ica:“mmm... kamu minta izin dululah pada orang tua kamu Nand,”

Sorenya kuberlari ke warung dimana Bundaku sedang menjual,kusampaikan niatku itu dan puji Tuhan Bundaku setuju dan berkat doa dan ridah darinya semuanya berjalan dengan baik. Sebelumnya ndak pernah terlintas dalam benakku bisa berbisnis, dan tak bisnis itu menuai hasil yang gemilang. Suatu hari sepulang kuliah tak kusangka Bunda berkunjung ke tokoku,

Nanda :“ selamat sore Bu, kok tumben-tumbenan Bunda berkunjung ?”
Ibu       :“iya Nak, dari kemaren sebenarnya Bunda ingin sekali datang melihat usaha kamu, ternyata Nanda sudah meraup banyak untung nih”sahut Ibu dengan bangga’’
Nanda :“nggak kok Bu ini hanyalah usaha keci-kecilan disamping kuliah Bu”sahutku dengan raut wajah yang ceria”

Kesibukan berbisnis tidak melemahkan prestasi  di ranah akademis. Aku berhasil mempertahankan semuanya dengan hasil yang memukau. Seiring berjalannya waktu , jaringan bisnisku pun meluas. Aku telah diwisuda dan aku pulang kerumah,dari jauh kulambaikan tanganku kepada sang Ayah, aku menjumpai Ayahku yang telah siap-siap untuk pergi mengadakan ceramah,

Nanda : “selamat siang Ayah, gimana kabar Ayah ??? “
Ayah   :“seperti yang kamu lihat Nak, beginilah keadaan Ayah”
Nanda :“Ayah mau kemana ???”
Ayah   :“Woooww.... Ayah hebat,aku bisa ikut nggak Yah ???”
Nanda :“Ayah mau pergi ceramah Nak,”
Ayah   :“ooo iya Nak, kamu ikutan aja,mungkin kamu bisa bantuin Ayah”

Mendengarnya aku buru-buru ganti baju yang pantas dipakai dan langsung berangkat bersama sang Ayah. Ternyata begitu padatnya jadwal ceramah san ayah sebagai motivator mendorongku untuk membantunya. Jadilah aku berkiprah  dalam dunia event organizer. Lahan bisnis ini menuai sukses yang tergolong gemilang. Hari demi hari jaringan konsumen luas semakin membuka peluang untuk  berkiprah di bidang lain. Aku pun mencoba untuk membuka usaha penjualan tiket pesawat,bisnis ini  pun kulakoni hingga membuahkan beberapa kantor cabang di berbagai kota di negeri yang tercinta ini.

Suatu hari aku berjumpa dengan sahabat lamaku di bandara, aku baru pulang dari amerika dan dia pulang dari jerman karena dia telah menjadi dokter terkenal disana. Kami menikmati makan siang,melepaskan rindu yang udah lama nggak bertemu . kami berbagi berbagai pengalaman hidup yang membuat kami tertawa beria-ria sambil mengucap syukur kepada Yang Mahakuasa telah mempertemukan kami kembali, kehidupanku dengan Dede bagaikan sepatu dan talinya yang nggak bisa dipisahkan. Meskipun sering chatingan di media massa kayak : tweetter,facebook,wechat,instagram dan lain sebagainya tetapi tak seperti trasanya ketika kita berjumpa dengan tatapan empat mata

Dede   :“Kamu tampaknya semakin dewasa kilihatannya Nand”
Nanda :“makasih banyak Dede, tapi kayaknya itu Cuma feelingnya kamu aja dehh sobat”
Dede   :“hehe, kenyataannya begitu cantik, oya bagaimana pekerjaan kamu sekarang ?”
Nanda :“Puji Tuhan semuannya berjalan dengan baik Sobat, aku sangat bersyukur kamu selalu ada buatku”
Dede   :“ yoweslah...aku bahagia bangat mendengarnya, teruslah berkarya Sobatku”
Nanda :“Makasih Sobat, tanpamu aku nggak akan bisa ngeraih impianku, aku salut sama kamu dengan profesimu saat ini yang begitu memukau” sahutku dengan bangga”

Kesuksesan ini tidak patut membuatku angkuh dan merasa sombong terutama di hadapan Tuhan.Hanya karena Penyertaannya aku dapat meraih semuanya. Kegagalan demi kegagalan aku lewati dengan harapan yang nggak pernah pupus,terus mencoba dan terus mencoba adalah sesuatu yang udah biasa ku alami, kegagalan yang kualami kupandang sebagai kegagalan yang tertunda. Seorang sahabat yang terus memotivasiku dengan tulus, tidak luput bimbingan dan motivasi dari kedua orang tuaku turut membuatku tegar dalam berbagai  pergumulan hidupku hingga ku menjadi seorang wirausaha yang sukses.


Powered by Blogger.

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Report Abuse

Pages

Mengenai Saya